SOLOK — Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi memicu aliran air deras yang menghantam kawasan Arosuka, meninggalkan jejak kehancuran di sekitar 200 kepala keluarga.
Data terakhir menunjukkan satu warga meninggal dunia, satu lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan, satu mengalami luka berat, dan tiga terluka ringan. Jutaan ton material lumpur dan bebatuan menyapu rumah, kantor pemerintah, dan jembatan utama hingga putus, memotong akses jalan nasional yang menjadi penghubung kawasan.
Sebanyak 35 penyintas memilih berteduh di mushala dan aula rumah dinas Wakil Bupati Solok. Sebagian warga lainnya mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga di daerah yang lebih aman. Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat untuk percepatan penanganan dan bantuan kemanusiaan.
Kerusakan Luas Menimpa Infrastruktur & Rumah Warga
Banjir bandang menyisakan kerusakan masif. Sekitar 100 unit rumah warga hancur atau rusak berat. Fasilitas pemerintahan juga tidak terselamatkan: dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan rusak ringan, satu fasilitas kesehatan terdampak, serta satu jembatan di jalur utama Arosuka mengalami putus total.
Kendaraan milik warga dan pemerintah turut menjadi korban banjir. Sebanyak 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor dilaporkan rusak atau terseret aliran air. Lahan pertanian di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, meski pendataan dampak masih terus berlangsung.
Tim alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan lumpur dan material banjir yang menutup badan jalan. Pekerjaan pembersihan menjadi prioritas agar akses jalan nasional dapat kembali digunakan dan distribusi bantuan lancar mencapai warga terisolasi.
Pencarian Intensif & Operasi Penyelamatan Berlanjut
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang dengan menyusuri aliran sungai dan memeriksa tumpukan material lumpur yang terbawa banjir. Pencarian dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk tepi-tepi sungai dan area yang tertutup reruntuhan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa BNPB terus melakukan penelusuran dampak bencana secara menyeluruh. “Pendataan dampak masih tetap berlangsung. Tim SAR sudah menyusuri sungai dan tim gabungan sudah melakukan pembersihan lumpur,” ujar Berton pada Selasa (22/9/2026).
Wakil Bupati Solok telah langsung memimpin rapat koordinasi penetapan status tanggap darurat bencana untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi. Berdasarkan analisis BMKG, peristiwa banjir ini disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di lokasi kejadian, bukan karena luapan normal dari sungai-sungai sekitar.
Kondisi Pengungsian & Kebutuhan Mendesak
Warga yang mengungsi tersebar di beberapa lokasi yang disediakan pemerintah daerah. Selain mushala dan aula rumah dinas Wakil Bupati, beberapa warga juga menempati Mapolres Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok. Pemerintah berupaya menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan untuk para pengungsi.
Dukungan logistik dan bantuan kemanusiaan terus mengalir dari berbagai pihak. BNPB dan pemerintah daerah Solok berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi dan operasi penyelamatan berjalan optimal hingga semua korban ditemukan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.