Sekarang MRT Jakarta siapkan revitalisasi lebih besar di Blok M Hub untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat fungsinya sebagai pusat aktivitas kota.
Dukuh Atas: Simpul Mobilitas dengan Tantangan
Berbeda dengan Blok M, Transport Hub Dukuh Atas diarahkan sebagai simpul mobilitas—tempat pertemuan berbagai moda angkutan: MRT, KRL Sudirman, BNI City, LRT Jabodebek, hingga rencana koneksi dengan LRT Jakarta. Pada September, pengguna hub ini mencapai 2.755 orang per hari, naik 22% dari kuartal I. Okupansi tenant mencapai 88% dengan semua ruang terisi.
Namun ada penghalang serius. Jalur dari stasiun MRT menuju hub tidak seluruhnya dalam penguasaan MRT Jakarta. Ini membuat pengembangan komersial di Dukuh Atas membutuhkan kolaborasi kompleks dengan pemilik kawasan lain—bukan fokus utama MRT Jakarta pada tahap ini.
Strategi Tidak Seragam
Perbedaan kedua kawasan ini mengungkap filosofi bisnis MRT Jakarta: tidak ada pendekatan satu-ukuran-cocok-untuk-semua. Blok M memiliki ruang besar untuk aktivasi komersial karena kontrol aset dan kedekatannya dengan stasiun. Dukuh Atas memerlukan integrasi lintas pemangku kepentingan—tantangan lain yang membutuhkan strategi berbeda.
Jangka panjangnya, MRT Jakarta menargetkan pengembangan sejumlah titik strategis seiring ekspansi jaringan. Lebak Bulus—yang kini berfungsi sebagai park and ride—akan berkembang menjadi kawasan TOD dengan hunian termasuk rumah susun. Di Blok M, ultimate development masih menunggu eksekusi.
Pedestrian deck akan dikembangkan di Dukuh Atas. Bundaran HI disiapkan extended concourse. Stasiun Thamrin, yang akan menjadi salah satu stasiun terbesar, akan dilengkapi pengembangan aset.
Di koridor lain, ada XGL mixed use di Glodok. Di Kota Tua, MRT Jakarta siapkan Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Combine Building, dan Lada Development untuk menghidupkan aktivitas kawasan.
Belajar dari Operator Global
Ambisi ini bukan tanpa rujukan. Operator transportasi serupa di negara lain telah membuktikan bahwa pendapatan non-farebox bisa mencapai hingga 90% dari total pundi-pundi kas. Itu jauh lebih besar dari target MRT Jakarta saat ini.
Bimo berharap melalui TOD dan pembentukan kawasan yang strategis, MRT Jakarta dapat mengerek pundi-pundinya jauh lebih tinggi. Visi yang lebih luas lagi: MRT Jakarta tidak hanya mengoperasikan transportasi, tetapi turut membentuk karakter dan kehidupan kawasan kota—apa yang disebut city making.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.