Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Menteri Maruarar Sebut Program ‘Gentengisasi’ Prabowo Bikin UMKM Bangkit

Deretan truk pengangkut genteng dalam program Gentengisasi Prabowo di Purwakarta
Penyaluran 500.000 genteng dari UMKM lokal oleh kementerian terkait sebagai upaya penggerak ekonomi masyarakat setempat. (Ilustrasi: AI)

Tim kementerian kini menyiapkan pendampingan intensif bagi para perajin. Mulai dari pembenahan standar kualitas produksi hingga akses pembiayaan yang lebih inklusif ke lembaga perbankan.

Pemerintah juga memfasilitasi perajin agar produk mereka bisa mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Jika standar tersebut sudah terpenuhi, gerbang pasar yang lebih luas—bahkan di luar proyek pemerintah—akan terbuka lebar bagi mereka.

Mempercepat Hunian Rakyat

Langkah di Purwakarta ini menjadi model percontohan bagi daerah lain. Penggunaan genteng Plered, misalnya, memberikan bukti bahwa material lokal memiliki kualitas mumpuni untuk hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Progres pembangunan rumah jadi lebih cepat karena pasokan material dekat dengan lokasi proyek. Anggaran pembangunan pun menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.

Maruarar optimistis, dengan jaminan pasar yang konsisten dari program perumahan rakyat, para perajin tidak perlu lagi khawatir soal keberlangsungan usaha mereka. Mereka memiliki kepastian untuk mengembangkan kapasitas produksi secara berkelanjutan. Jika biasanya perajin harus menunggu pembeli datang, kini negara hadir sebagai konsumen utama yang menjamin perputaran modal tetap stabil.

Strategi ini sekaligus menjadi tameng ekonomi nasional. Dengan mengandalkan produksi material bangunan di dalam negeri, ketergantungan pada pasokan dari luar wilayah atau bahkan barang impor bisa ditekan hingga seminimal mungkin. Mandiri di sektor material konstruksi bukan lagi sekadar impian, melainkan langkah nyata yang sedang dirajut dari desa-desa penghasil genteng di seluruh penjuru negeri.

Ke depan, kementerian berencana memperluas cakupan program ini ke sentra-sentra industri material lain.

Fokus utamanya tetap sama: memastikan setiap rupiah yang keluar dari APBN untuk pembangunan rumah rakyat, harus memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat lokal di sekitar titik pembangunan tersebut.

Semangat kemandirian ini diharapkan menjadi jangkar ekonomi yang kuat saat tantangan global makin tidak menentu.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair