Jumat, 9 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Turun 0,75%, Emas Tertekan Usai Risalah The Fed

IHSG turun dan harga emas melemah setelah risalah The Fed
Pergerakan saham dan emas tertekan setelah risalah rapat The Fed dirilis. (Ilustrasi: AI)

Pilihan investasi tetap bergantung pada tujuan

Pergerakan pasar ini berdampak langsung pada nilai investasi yang sensitif terhadap saham dan obligasi. Bareksa mencatat reksadana campuran turun tipis, dengan perubahan harian -0,08% dan -0,34%; kinerjanya dalam sebulan masing-masing turun -0,91% dan -2,35%.

Nilai reksadana dapat bergerak mengikuti aset yang ada di dalam portofolionya, sehingga horizon dan toleransi risiko tetap perlu diperhitungkan.

Untuk dana jangka pendek, reksadana pasar uang dapat dicermati karena berinvestasi pada instrumen jangka pendek yang relatif mudah dicairkan. Reksadana pendapatan tetap dapat dipertimbangkan secara bertahap untuk tujuan jangka menengah, tetapi nilainya dapat turun saat imbal hasil obligasi naik.

Reksadana campuran lebih fluktuatif karena berisi saham, obligasi, dan pasar uang; sumber menyebut pendekatan mencicil untuk tujuan investasi tiga tahun ke atas.

SBR015 juga masuk pilihan yang dapat dipertimbangkan. Masa penawarannya berlangsung 28 September hingga 22 Oktober 2026. Bareksa menyebut seri ini menawarkan kupon tertinggi untuk seri SBR sejak 2020. Informasi tersebut bukan jaminan hasil investasi, dan pilihan produk tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko.

Emas dapat dicermati melalui pembelian berkala untuk tujuan jangka panjang, tetapi volatilitasnya belum hilang. Dalam survei tahunan konferensi London Bullion Market Association, peserta memperkirakan harga rata-rata emas sekitar US$5.013 per ons dalam 12 bulan ke depan. Kitco News mencatat perkiraan tahun sebelumnya sebesar US$4.980 meleset dari realisasi, sehingga proyeksi itu bukan kepastian.

Investor juga menunggu rapat The Fed pada 28 Oktober, pemilu sela AS pada 3 November, serta keputusan MSCI mengenai status pasar Indonesia pada November. FTSE Russell telah mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang. Bareksa mengingatkan, “Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.”

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair