Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Bantu Warga Terdampak Karhutla di OKI, Cak Imin Salurkan 12.000 Liter Air Bersih

Warga menerima bantuan air bersih saat karhutla OKI
Warga menerima bantuan air bersih di wilayah terdampak karhutla OKI. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Saat karhutla mengganggu kebutuhan warga, pasokan air bersih menjadi bantuan mendesak. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyalurkan 12.000 liter air bersih kepada warga terdampak karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2026).

Bantuan itu ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan. Informasi penyaluran tersebut diberitakan JPNN.com; bahan yang tersedia tidak merinci jumlah penerima maupun cara pembagian air.

Bantuan air untuk warga OKI

Penyaluran air bersih memberi dukungan langsung pada kebutuhan sehari-hari warga yang terdampak. Namun, sumber tidak menjelaskan apakah bantuan ini merupakan satu kali distribusi atau bagian dari penyaluran berkelanjutan.

Air bersih dibutuhkan untuk berbagai keperluan rumah tangga. Dalam situasi ketika karhutla turut menimbulkan gangguan di wilayah terdampak, ketersediaan air menjadi persoalan praktis yang tak bisa ditunda bagi warga.

Rincian mengenai kondisi sumber air setempat, lama gangguan, dan wilayah yang menerima bantuan tidak dicantumkan dalam laporan. Karena itu, dampak bantuan terhadap kebutuhan warga belum dapat diukur dari informasi yang tersedia.

Karhutla juga membawa risiko kesehatan

Karhutla di sejumlah wilayah Indonesia turut menjadi perhatian karena dampak asap terhadap kesehatan. Dalam laporan Detik News, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengusulkan penyediaan ruang perlindungan udara bersih atau clean air shelter di kawasan terdampak asap.

Charles menyebut 283 ribu kasus ISPA dilaporkan terjadi di tujuh provinsi terdampak karhutla, dengan lebih dari 63 ribu kasus pada balita. Angka itu berasal dari laporan yang dikutip Detik News dan tidak secara khusus merujuk pada Kabupaten OKI.

Usulan Charles berfokus pada perlindungan warga dari paparan asap, berbeda dari bantuan air yang disalurkan di OKI. Ia menyarankan sekolah, kantor pemerintah, atau fasilitas publik dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dengan penyaring udara HEPA. Prioritasnya, menurut laporan tersebut, mencakup balita, ibu hamil, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan.

Bagi masyarakat, dua kebutuhan ini memperlihatkan sisi berbeda dari penanganan karhutla: pasokan air untuk keperluan rumah tangga dan perlindungan dari udara tercemar. Bantuan 12.000 liter menjawab kebutuhan air secara langsung, sementara usulan ruang udara bersih menyoroti perlunya perlindungan kesehatan. Sumber tidak menyebut adanya fasilitas semacam itu di OKI.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 18 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online