Keputusan itu bergantung pada situasi dan tidak otomatis menjamin keselamatan. Namun, informasi visual bisa membantu pasukan memahami ancaman sebelum drone menyerang. DOU melaporkan D·Vision SDR telah menjalani pengujian lapangan bersama personel militer Ukraina dalam misi tempur, dan masukan dari uji tersebut dipakai untuk memperbaiki desain.
CODE380 mengirim pembaruan perangkat lunak kira-kira dua kali sebulan. Menurut laporan yang sama, pola kendali, frekuensi, dan telemetri drone di Ukraina dapat berubah hampir setiap pekan. Perangkat yang sulit diperbarui berisiko tertinggal ketika karakteristik sinyal lawan berubah.
Perusahaan itu baru berdiri sekitar tiga bulan sebelum laporan UNITED24 Media, tetapi pengerjaan detektor telah dimulai kira-kira satu setengah tahun sebelumnya. Jadi, usia perusahaan tidak menggambarkan lamanya pengembangan alat tersebut.
D·Vision SDR bukan satu-satunya perangkat Ukraina yang berupaya menangkap siaran drone lawan. Sistem Vydun 7.5 milik Babai juga disebut dapat mengakses siaran video drone Rusia dan melacak pesawat tanpa awak dari jarak beberapa kilometer.
Mikrofon membuat drone serat optik bisa mengintai
Ptashka Drones mengembangkan pendekatan berbeda dengan memasang mikrofon pada drone FPV serat optik. Menurut angka dari produsennya yang dilaporkan UNITED24 Media, mikrofon dapat menangkap percakapan keras pada jarak 20 hingga 30 meter, kendaraan ringan pada jarak 50 hingga 100 meter, serta kendaraan berat hingga 200 meter.
Drone yang menunggu dalam posisi tersembunyi dapat memakai suara untuk mengenali keberadaan orang atau kendaraan tanpa harus bergerak atau menyapu area dengan kamera. Awak lalu dapat menilai apakah sasaran mendekat. Mikrofon juga berfungsi sebagai peringatan dini apabila drone serang Rusia terdengar mendekat, sehingga operator dapat mencari tempat persembunyian lain.
Awak Ukraina menyebut drone yang menunggu di dekat jalur yang diperkirakan akan dilewati pasukan Rusia sebagai “zhdun”, yang berarti drone penunggu. Saat mengumumkan penambahan mikrofon, Ptashka Drones menulis di kanal Telegram: “penting bukan hanya melihat dengan baik, tetapi juga mendengar.”
Kedua teknologi itu mengandalkan kemampuan beradaptasi, bukan perangkat keras yang tidak berubah. Namun, sinyal radio dan taktik drone Rusia juga terus bergeser. Karena itu, keunggulan detektor akan bergantung pada seberapa cepat pengembang dapat mengubah perangkat lunaknya, sementara efektivitas mikrofon bergantung pada situasi dan suara yang tertangkap di lapangan.
Uji lapangan dan pembaruan berikutnya akan menunjukkan apakah perangkat tersebut tetap mampu mengikuti perubahan ancaman. Untuk D·Vision SDR, pengembang kini memperbarui perangkat lunak kira-kira dua kali sebulan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.