Perbedaan fasilitas itu membuat progres pembangunan punya dampak langsung bagi warga pesisir. Pabrik es dan penyimpanan dingin, misalnya, berkaitan dengan penanganan hasil tangkapan, sedangkan dermaga mendukung aktivitas nelayan. Manfaatnya bergantung pada penyelesaian pembangunan dan kesiapan fasilitas untuk beroperasi, bukan hanya tercapainya angka konstruksi.
Program tersebut juga diarahkan untuk membantu kegiatan ekonomi masyarakat nelayan. Dalam paparan KKP, pembangunan pada periode 2025–2026 direncanakan mencakup 1.369 lokasi. Pejabat KKP memperkirakan sekitar 563.600 nelayan akan menerima manfaat, dengan sasaran sekitar 2,2 juta keluarga jika anggota keluarga turut dihitung.
Rapat terbatas membahas perkembangan program
Trenggono menghadiri rapat bersama Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan. Sejumlah pejabat lain yang hadir antara lain Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Menteri ESDM yang juga menjabat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
Para pejabat belum mengungkap materi rapat. Laporan perkembangan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu data yang telah disiapkan Trenggono untuk dibawa apabila diminta Presiden. Ia mengatakan, “Target tahun ini kan 1.360. Nah jadi yang 100 sudah jadi, sudah beroperasi. Lalu yang 1.069 dalam konstruksi, 24 Desember selesai, ya,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.