JAKARTA — Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto memicu kemarahan Partai Gerindra, yang meminta polisi mengusut perkara itu tanpa pandang bulu. Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso menyoroti dugaan keterlibatan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan menegaskan semua pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab di hadapan hukum.
Perkara ini menyangkut dugaan penyadapan komunikasi kepala negara sekaligus kepercayaan yang pernah diberikan Prabowo kepada Listyo. Sugiat mengatakan Listyo tetap menjabat sebagai Kapolri selama dua tahun pemerintahan Prabowo, sebelum menerima penghargaan Bintang Mahaputera dan diangkat menjadi Kepala Kantor Staf Kepresidenan.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu, 7 November 2026, Sugiat mendukung langkah Bareskrim Polri untuk menuntaskan penyelidikan, termasuk pembentukan tim khusus. Ia juga menyebut pimpinan Gerindra di DPR, Sufmi Dasco Ahmad, telah menyatakan dukungan terhadap upaya pengusutan.
Dugaan penyadapan Prabowo harus diusut sampai tuntas
Sugiat menegaskan jabatan maupun pengaruh seseorang tidak boleh menghalangi proses hukum. Menurut dia, penyidik perlu menindak semua pihak yang terbukti terlibat, tanpa perlakuan khusus.
“Siapapun terlibat harus diseret ke muka hukum, tidak peduli dia punya kekuatan atau punya pengaruh atau punya jabatan,” kata Sugiat.
Ia menilai dugaan keterlibatan Listyo terasa serius karena hubungan kerja dan kepercayaan antara mantan Kapolri itu dengan Prabowo telah berlangsung selama pemerintahan berjalan. Sugiat juga mengingatkan bahwa Prabowo pernah memuji Listyo dalam sejumlah agenda kenegaraan.
“Kami sangat mengecam keras dan sangat marah bahwa seorang Listyo Sigit Prabowo yang sangat dipercaya selama 2 tahun pemerintahan Pak Prabowo menjadi orang yang sangat dekat yang bahkan baru saja diberi kehormatan Bintang Mahaputra,” ujar Sugiat.
Ia kemudian menyinggung keputusan mempertahankan Listyo sebagai Kapolri. Dalam penilaiannya, kepercayaan yang diberikan presiden membuat dugaan penyadapan itu semakin mengejutkan bagi partainya.
Apa yang diminta Gerindra dari penyidik?
Gerindra mendukung kepolisian mengusut perkara, sementara anggota DPR dari partai itu juga meminta penyidikan tetap bertumpu pada pembuktian. Azis Subekti, anggota Komisi II DPR, mendorong penyidik mengungkap siapa pelaku, siapa yang memberi perintah, apa motifnya, dan ke mana informasi hasil penyadapan mengalir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.