Skema KPBU perumahan juga mencakup proyek rumah tapak ASN yang telah disepakati sebelumnya. Otorita IKN menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk pada 6 Oktober 2026 untuk pembangunan 109 unit rumah di Wilayah Perencanaan 1B KIPP IKN. Nilai investasinya Rp2,819 triliun.
Rumah tapak tersebut dirancang memiliki luas masing-masing 390 meter persegi. Proyek berada di atas persil seluas 9,17 hektare, terbagi menjadi 79 unit di Persil 1 seluas 6,6 hektare dan 30 unit di Persil 2 seluas 2,4 hektare.
Masa kerja sama proyek berlangsung 10 tahun, terdiri atas dua tahun konstruksi dan delapan tahun masa layanan. Pembangunannya diharapkan selesai pada Triwulan IV 2028.
Lima investasi swasta mengisi sektor pangan hingga komersial
Di sektor pangan, PT Berdikari (Persero) merencanakan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Wilayah Perencanaan 3. Rencana investasi mencakup parent stock layer farm dan hatchery di lahan 17,27 hektare, dengan estimasi nilai Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.
PT Laziz Nusantara Grup akan membangun Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B. Proyek di lahan 0,54 hektare itu memiliki estimasi investasi Rp10 miliar. Sementara itu, PT FYP Karya Perdana merencanakan Teras Padu, sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, dengan investasi Rp20 miliar di atas lahan 0,45 hektare.
PT Java Teak Indo akan menghadirkan showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A. Rencana tersebut mencakup lahan 0,2 hektare dengan estimasi investasi Rp1,5 miliar.
Keterlibatan perusahaan itu mendapat perhatian Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia menilai kesempatan berinvestasi di IKN memberi ruang bagi usaha daerah untuk ikut berperan, termasuk pelaku mebel Jepara.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN,” ujar Witiarso.
Proyek swasta dengan nilai terbesar dalam daftar itu adalah Grand Vista Nusantara yang dikembangkan PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park. Kawasan di KIPP 1B tersebut direncanakan berisi area komersial, apartemen, dan perkantoran di lahan 3,57 hektare, dengan estimasi investasi Rp1 triliun.
Perusahaan itu diwakili Director PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, Yang Jinghui. Ia berharap pembangunan IKN berlangsung cepat dan tepat waktu agar investor lain dari China tertarik berinvestasi.
“Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini,” ujar Yang Jinghui.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.