Senin, 9 November 2026 WIB
INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Tiba di Argentina, Bertemu Javier Milei

Paus Leo XIV Tiba di Argentina, Bertemu Javier Milei
Paus Leo XIV Tiba di Argentina, Bertemu Javier Milei

BUENOS AIRES — Paus Leo XIV tiba di Argentina pada 8 November 2026 untuk memulai rangkaian kunjungan yang mencakup pertemuan dengan Presiden Javier Milei. Persinggahan ini menjadi bagian kedua dari tur Amerika Selatan sang paus dan berlangsung saat kebijakan pemangkasan bantuan sosial Milei menuai kritik.

Kunjungan ini membawa perhatian pada hubungan pemerintah Argentina dengan Gereja Katolik, terutama soal perlindungan warga rentan. Leo dijadwalkan mengunjungi rumah bagi penyandang disabilitas dan memimpin misa terbuka selama berada di negara itu.

Pertemuan Leo dan Milei di Buenos Aires

Milei menyambut Leo di dekat pesawat kepausan saat rombongan tiba dari Uruguay. Keduanya kemudian bertemu di Casa Rosada, istana kepresidenan Argentina di Buenos Aires.

Leo diperkirakan akan menekankan perlunya melindungi kelompok rentan selama kunjungan empat hari. Pada 9 November, ia dijadwalkan mendatangi sebuah rumah yang merawat penyandang disabilitas. Pilihan lokasi itu menarik perhatian karena pemerintah Milei memangkas bantuan untuk penyandang disabilitas.

Rumah Katolik Cottolengo Don Orione di Claypole menjadi tujuan kunjungan tersebut. Tempat itu menampung sekitar 400 penghuni penyandang disabilitas. Kunjungan Leo berlangsung ketika lembaga dan kelompok sosial mengkritik pengurangan pendanaan yang menopang layanan bagi mereka.

Leo juga akan memimpin tiga misa terbuka. Gereja Katolik memperkirakan tujuh juta umat akan menghadiri berbagai acara selama kunjungan empat hari itu.

Ujian bagi Gereja di tengah pemangkasan

Argentina adalah negara asal Paus Fransiskus, tetapi ia tidak pernah berkunjung ke sana selama masa kepausannya. Kunjungan Leo menjadi kunjungan seorang paus ke negara itu setelah hampir empat dekade, sekaligus kesempatan bagi Gereja untuk kembali menjangkau umat.

Survei Universitas Buenos Aires menunjukkan 57,7 persen warga mengidentifikasi diri sebagai Katolik. Angka itu turun dari sekitar 90 persen pada 1960-an. Kunjungan ini berlangsung ketika tingkat keterikatan warga dengan Gereja menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam agenda kepausan.

Dampaknya terasa langsung bagi kelompok yang bergantung pada layanan sosial. Pemangkasan anggaran dapat membatasi bantuan dan perawatan, terutama bagi penyandang disabilitas dan warga miskin. Leo diperkirakan akan menyuarakan perlindungan yang lebih kuat bagi mereka; kunjungan ke rumah perawatan memberi bobot nyata pada pesan itu.

Milei memenangkan dukungan dengan janji memulihkan ekonomi dan menekan inflasi melalui pengurangan belanja negara. Pemerintahannya memangkas dukungan sosial serta menyasar layanan publik, termasuk rumah sakit, universitas, dan pensiunan. Tingkat kemiskinan tercatat 32,3 persen pada September.

Gereja Katolik Argentina mengkritik pendekatan pemerintah yang memperlakukan layanan sosial terutama sebagai beban anggaran. Gereja juga menyoroti pembatasan sejumlah kebebasan demokratis, termasuk hak untuk berunjuk rasa.

Hubungan politik yang berubah

Hubungan Milei dengan mendiang Paus Fransiskus pernah tegang. Saat berkampanye, ekonom yang mendorong pemangkasan belanja itu menghina Fransiskus karena ajarannya tentang keadilan sosial. Setelah menjabat, Milei melunakkan nada terhadap paus, meski masih kerap menyerang pers dan oposisi.

Hubungannya dengan Leo sejauh ini disebut berjalan baik. Namun, kunjungan di Argentina berlangsung di tengah perbedaan pandangan antara presiden dan Gereja mengenai tanggung jawab negara terhadap kelompok rentan.

Leo baru menjalani operasi kanker paru-paru tiga minggu sebelum memulai tur 12 hari di kawasan yang pernah menjadi tempatnya bertugas sebagai misionaris selama hampir dua dekade. Di Uruguay, ia mengecam kekerasan terkait narkoba dan menyerukan pengakhiran kemiskinan anak.

Suasana di Buenos Aires pada 8 November tidak menunjukkan antusiasme besar menyambut kedatangan paus. Sebagian warga memanfaatkan hari libur pada 9 November untuk bepergian ke luar kota. Namun, Susana Arauz, pensiunan pengacara berusia 75 tahun yang datang dari kawasan pesisir, berharap Leo bersikap tegas terhadap pemerintah yang menurutnya merugikan warga rentan.

Miguel de Leon, sopir taksi berusia 73 tahun yang berencana menghadiri misa, berharap kunjungan itu membawa ketenangan bagi negara yang dilanda protes antipemerintah. Karina Milei, saudara perempuan sekaligus penasihat utama presiden, juga menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut menyatukan warga Argentina.

Gereja memperkirakan tujuh juta umat akan mengikuti rangkaian acara Leo selama empat hari di Argentina.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →