Senin, 9 November 2026 WIB
LIFESTYLE

Vitamin dan Mineral: 7 Nutrisi untuk Dukung Daya Tahan Tubuh

Vitamin dan Mineral
Vitamin dan Mineral

JAKARTA — Vitamin dan mineral seperti vitamin A, B6, C, D, E, seng, dan selenium mendukung kerja sistem imun saat tubuh beradaptasi dengan perubahan cuaca. Asupan ketujuh nutrisi ini dapat dipenuhi dari pangan sehari-hari, sementara suplemen juga disebut sebagai pilihan untuk beberapa di antaranya.

Perubahan suhu dan cuaca dapat membuat tubuh menghadapi tantangan adaptasi. Saat daya tahan melemah, seseorang lebih mudah sakit dan aktivitas, termasuk pekerjaan, dapat terganggu.

Namun, memenuhi kebutuhan nutrisi bukan berarti menjamin seseorang tidak akan sakit. Tiap zat gizi memiliki fungsi berbeda dalam mendukung sistem imun, dan bahan makanan yang disebutkan menyediakan pilihan untuk melengkapi asupan harian.

Vitamin dan mineral untuk daya tahan tubuh

Vitamin A mendukung kerja sel darah putih serta membran mukus yang melapisi saluran kemih, usus, dan paru-paru. Nutrisi ini bisa diperoleh dari susu, yogurt, telur, dan ikan berlemak.

Wortel, bayam, dan brokoli juga termasuk sumber vitamin A. Pilihan tersebut bisa disesuaikan dengan bahan pangan yang tersedia dalam menu sehari-hari.

Vitamin B6 ikut berperan dalam sistem imun. Salah satu fungsinya membantu produksi sel darah putih dan sel T, yaitu sel yang membantu tubuh melawan patogen seperti virus dan bakteri.

Kacang polong, daging sapi, salmon, tuna, dan tahu dapat menjadi sumber vitamin B6. Bahan sumber juga menyebut suplemen sebagai pilihan untuk memenuhi asupannya.

Vitamin C dikenal sebagai antioksidan, yakni zat yang membantu melindungi tubuh dari toksin penyebab inflamasi. Paprika, buah-buahan sitrus, dan kale termasuk pangan yang dapat melengkapi asupan vitamin C.

Perannya bukan pengganti penanganan ketika seseorang sakit. Vitamin C disebut sebagai salah satu nutrisi yang mendukung daya tahan tubuh, dan asupannya bisa datang dari makanan maupun suplemen.

Vitamin D dan E punya peran berbeda

Vitamin D kerap dikaitkan dengan kesehatan tulang dan gigi, tetapi nutrisi ini juga berhubungan dengan daya tahan tubuh. Bahan sumber menyebut studi yang menunjukkan vitamin D dapat menunda kemampuan virus untuk memperbanyak diri, mengurangi inflamasi, dan meningkatkan jumlah sel T.

Sinar matahari pagi disebut sebagai sumber vitamin D yang bisa diperoleh melalui berjemur. Ikan berlemak, kuning telur, jamur, dan jus jeruk yang telah difortifikasi juga dapat melengkapi asupannya.

Jangan hanya terpaku pada satu jenis pangan. Variasi sumber membantu memasukkan sejumlah nutrisi berbeda ke dalam menu.

Vitamin E membantu sel T bekerja maksimal dan disebut sebagai antioksidan yang diperlukan tubuh untuk memerangi toksin dan infeksi. Biji bunga matahari, almond, brokoli, serta alpukat termasuk sumber vitamin E.

Seng dan selenium menjaga keseimbangan imun

Seng, yang juga dikenal sebagai zinc, memiliki fungsi antiinflamasi dan antioksidan. Mineral ini disebut sebagai “penjaga gerbang” sistem imun karena membantu memastikan sel-sel imun bekerja normal.

Kerang, daging sapi, dan biji labu dapat menjadi sumber seng. Suplemen juga disebut sebagai pilihan pemenuhan asupan mineral ini.

Selenium membantu sistem imun aktif saat menghadapi ancaman, sekaligus memberi sinyal kapan responsnya perlu berhenti. Keseimbangan itu penting karena sistem imun yang bekerja berlebihan dapat berkaitan dengan perlindungan terhadap penyakit kronis dan penyakit autoimun, seperti reumatik dan psoriasis.

Tuna, halibut, dan cottage cheese termasuk pangan yang mengandung selenium. Memilih sumber makanan yang beragam memberi cara praktis untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa bergantung pada satu bahan saja.

Daftar ini juga memberi pilihan nyata saat perubahan cuaca mengganggu rutinitas: susu atau telur untuk vitamin A, tahu untuk vitamin B6, serta alpukat untuk vitamin E. Dampaknya terasa pada keputusan belanja dan penyusunan menu, bukan sebagai jaminan tubuh terbebas dari penyakit.

Setiap nutrisi punya tugas tersendiri. Karena itu, menu harian dapat memadukan aneka sumber pangan yang disebutkan, sementara suplemen menjadi opsi yang juga tercantum untuk vitamin B6, vitamin C, dan seng.

Untuk selenium, tuna, halibut, dan cottage cheese dapat menjadi pilihan sumber pangan. Keseimbangan fungsi mineral ini dirangkum dalam penjelasan bahwa selenium membantu sistem imun mengetahui kapan harus aktif dan kapan perlu berhenti.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Isra Mikraj 2027: Tanggal Libur, Sejarah Singkat, dan Amalan Menurut NU-Muhammadiyah