Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Cerita Rakyat Bangka Belitung : Legenda Panglima Angin

Ilustrasi Panglima Angin, tokoh legendaris dari Mentok, Bangka Belitung yang terkenal dengan kesaktiannya
(Ilustrasi: AI)

Baiklah, Pek Long! Aku berjanji tidak akan membuat kekacauan lagi,” kata Abang Daud berjanji.

Kalau begitu, datanglah besok ke rumah!” kata Pek Long seraya melanjutkan perjalanan menuju ke pasar.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Abang Daud pergi ke rumah Pek Long Guan. Saat ia memasuki pekarangan rumah Pek Long Guan, tampaklah sejumlah murid-murid Pek Long Guan sedang berlatih ilmu silat dan batin.

Wah, ternyata Pek Long mempunyai banyak murid. Kenapa tidak dari dulu aku berguru kepada Pek Long?” gumamnya dengan perasaan menyesal.

Melihat kedatangan Abang Daud, Pek Long Guan segera menyuruhnya duduk untuk diberikan pengarahan. Setelah itu, Abang Daud pun ikut berlatih bersama murid-murid Pek Long Guan lainnya. Sejak itu, ia menjadi murid Pek Long Guan. Ia termasuk murid yang cerdas dan dapat memahami dan menguasai jurus-jurus yang diajarkan kepadanya dengan sempurna. Tak heran, jika Pek Long Guan sangat menyayanginya dan rela memberikan semua ilmu yang dimilikinya.

Setelah menguasai semua ilmu yang diberikan oleh Pek Long Guan, Abang Daud berpamitan kepada gurunya hendak merantau ke tanah Tanah Melayu (Palembang, Sumatra Selatan) untuk memperbaiki hidupnya.

Terima kasih, Guru! Ilmu yang guru berikan akan saya gunakan untuk kebaikan,” ucap Abang Daud.

Aku pun berharap demikian, Muridku,” kata Pek Long Guan seraya berpesan kepada Abang Daud dengan untaian pantun dan syair seperti berikut ini:

“ wahai ananda hamba bermanat,
simak olehmu petuah amanah
peganglah dengan hati yang bulat
semoga Tuhan memberimu berkah
maka seperti kata orang tua-tua:
sebelum melangkah pegang petuah
sebelum berjalan amanah dipadan
untuk bekal anak berjalan
manfaatkan ilmu pada yang terpuji
menjaga diri membela negeri
manfaatkan ilmu pada yang patut,
supaya tak sia-sia anak menuntut
ilmu jangan dipermain-mainkan
pantang sekali dilagak-lagakkan
ilmu jangan disia-siakan,
amalkan olehmu pada ke bajikan
berbuat baik engkau kekalkan
tolong menolong engkau utamakan
tiru olehmu ilmu padi,
semakin merunduk semakin berisi “

Setelah berjanji untuk melaksanakan semua nasehat gurunya, Abang Daud pun berlayar ke Tanah Melayu dengan menumpang kapal milik Haji Ali dari Mentok. Selama di perjalanan, Haji Ali pun senantiasa memberinya nasehat.

Halaman:123456Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda