“Wahai, Abang Daud! Sesampainya di Tanah Melayu, kamu harus pandai-pandai menjaga mulut, karena adat penduduk di sana berbeda dengan adat kita di kampung,” pesan Haji Ali.
“Apakah itu, Pak Haji?” tanya Abang Daud penasaran.
“Jika kamu mendengar ayam berkokok tiga kali berturut-turut bukan pada waktunya, jangan kamu jawab! Jika kamu menjawabnya, berarti kamu telah melawan adat Tanah Melayu. Sebagai hukumannya, kamu harus bertarung melawan Panglima Tanah Melayu,” ujar Haji Ali.
“Oh, begitu!” kata Abang Daud sambil tersenyum.
Setelah berhari-hari berlayar mengarungi lautan luas, tibalah mereka di Tanah Melayu bersamaan waktu magrib. Saat mereka menginjakkan kaki di pelabuhan, terdengarlah suara ayam jantan berkokok tiga kali berturut-turut. Tanpa disadarinya, Abang Daud menjawab kokokan ayam tersebut.
“Kokkokokkooo…!!!” demikian suara Abang Daud.
Rupanya, jawaban kokokan ayam Abang Daud terdengar oleh mata-mata Raja Palembang yang sedang berjaga-jaga di Pelabuhan. Mata-mata itu pun segera melaporkan hal itu kepada Raja.
“Ampun, Baginda! Hamba mendengar suara ayam jantan yang baru saja berlabuh di pelabuhan,” lapor mata-mata itu.
“Pengawal! Carilah ayam jantan dari negeri seberang itu yang telah berani menantang adat Tanah Melayu!” perintah sang Raja.
Mendengar perintah tersebut, beberapa pengawal istana segera menuju ke pelabuhan untuk mencari ayam jantan itu, dan membawanya ke istana untuk dihadapkan kepada Raja. Tak berapa lama kemudian, para pengawal itu pun kembali bersama Abang Daud.
“Hai, orang asing! Siapa kamu ini, berani-beraninya menentang adat negeri ini?” tanya Raja Palembang dengan nada membentak.
“Ampun, Baginda! Hamba seorang perantau dari Mentok. Orang-orang memanggilku Abang Daud. Mohon ampun jika hamba telah melanggar adat negeri ini!” Abang Daud memohon kepada Raja Palembang sambil memberi hormat.
“Mohon ampun jika hamba telah melanggar adat negeri ini!” Abang Daud memohon kepada Raja Palembang sambil memberi hormat.
“Asal kamu tahu saja, Abang Daud! Siapa pun yang melanggar adat negeri ini, maka ia harus menerima hukuman, yaitu bertarung melawan Panglima Tanah Melayu,” ujar Raja Palembang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.