Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Cerita Rakyat Bangka Belitung : Legenda Panglima Angin

Ilustrasi Panglima Angin, tokoh legendaris dari Mentok, Bangka Belitung yang terkenal dengan kesaktiannya
(Ilustrasi: AI)

Baiklah, kalau itu pilahanmu. Pertarungan akan segera dimulai. Apakah kamu sudah siap, wahai Abang Daud?” tanya Raja Palembang meyakinkan Abang Daud.

Hamba siap, Baginda!” jawab Abang Daud seraya berjalan menuju ke arena yang telah disediakan di halaman istana.

Ketika kedua petarung itu berada di atas arena, Raja Haji bersama rombongannya dari Mentok semakin cemas akan menyaksikan pertarungan itu. Lain halnya dengan seluruh masyarakat Tanah Melayu, mereka bersorak gembira sambil terus merendahkan Abang Daud. Mereka yakin bahwa panglima merekalah yang akan memenangkan pertarungan itu.

Hai, Abang Daud! Berdoalah sebelum nyawamu melayang!” celetuk salah seorang penonton dari Tanah Melayu.

“Iya, Abang Daud! Berpesanlah kepada orang-orang Mentok sebelum kamu mati sia-sia di tangan Panglima kami!” tambah seorang penonton lainnya dari Tanah Melayu.

Abang Daud hanya tersenyum mendengar ejekan-ejekan yang dilontarkan kepadanya. Beberapa saat kemudian, pertarungan pun dimulai. Panglima Tanah Melayu mengawali pertarungan itu dengan terlebih dahulu menyerang, sedangkan Abang Daud hanya menangkis dan menghindar dari serangan-serangan yang datang secara bertubi-tubi. Berkali-kali Panglima Tanah Melayu melancarkan serangan, berkali-kali pula Abang Daud dapat berkelit dan menghindarinya. Ketika melihat Panglima Tanah Melayu mulai kelelahan, Abang Daud berbalik menyerang. Hanya dengan beberapa jurus saja, Abang Daud berhasil menusukkan taji ayamnya tepat pada lambung kiri Panglima Tanah Melayu. Seketika itu pula, Panglima kebanggaan Tanah Melayu itu jatuh terkapar tak sadarkan diri.

Seluruh masyarakat Tanah Melayu yang menyaksikan pertarungan itu terkejut, terutama Raja Palembang. Sang Raja benar-benar tidak pernah mengira sebelumnya bahwa Abang Daud adalah pendekar yang sangat tangguh dan sakti. Sedangkan masyarakat Mentok yang semula hanya terdiam diselimuti perasaan cemas, tiba-tiba berteriak kegirangan menyaksikan kemenangan pendekar yang berasal dari tanah kelahiran mereka. Sebagai Raja yang arif dan bijaksana, Raja Palembang pun mengangkat Abang Daud menjadi Panglima Tanah Melayu dengan gelar Panglima Angin.

Sejak itu, Panglima Tanah Melayu dari Mentok tersebut tinggal di istana Kerajaan Palembang dengan kehidupan serba mewah. Namanya pun semakin terkenal hingga ke berbagai negeri. Ia sangat disegani oleh masyarakat Tanah Melayu. Rupanya, pangkat, jabatan, dan ketenaran itu membuatnya lupa diri, penyakitnya mulai kambuh lagi. Ia selalu membuat kekecauan di mana-mana. Raja Palembang pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Halaman:123456Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda