Kamis, 25 Juni 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Lonjakan nitrous oxide di Australia picu risiko kematian

nitrous oxide dalam tabung besar yang dikirim ke rumah
Lonjakan nitrous oxide di Australia memicu kematian, kerusakan saraf, dan psikosis. (Ilustrasi: AI)

SYDNEY β€” nitrous oxide yang dikirim ke pintu rumah di Australia kini jadi sorotan setelah satu keluarga kehilangan anaknya dan para dokter melihat dampak yang makin serius. Gas yang akrab disebut nangs atau laughing gas itu masih bisa dijual untuk kebutuhan sah, tapi di lapangan, penjualannya juga mengalir ke pengguna rekreasional.

Kisah itu bermula dari Daniel, pria 36 tahun pemilik toko buah di Brisbane, yang oleh ibunya, Tessa Jones, digambarkan sebagai pekerja keras dan sosok yang akhirnya menikmati hasil jerih payahnya. Ia sudah melunasi pinjaman usaha, berencana liburan lama yang ditunggu-tunggu, dan menyiapkan daftar impian yang ingin dicapai. Pada Februari tahun ini, Jones menemukan putranya tewas di kamar tidur. Di ruangan yang sama, tersimpan catatan tangan berisi bucket list dan bahan-bahan yang berujung pada kematiannya.

Akta kematian Daniel mencatat penyebabnya sebagai β€œplastic bag and nitrous oxide asphyxia”. Bagi Jones, kepergian itu terasa sangat cepat. β€œSaya merasa mereka telah merampas hidup anak saya,” ujarnya.

Gas legal, tapi celahnya lebar

Nitrous oxide punya penggunaan yang sah. Rumah sakit memakainya sebagai anestesi, dokter gigi juga memakainya dalam prosedur tertentu, sementara dapur komersial menggunakan gas ini untuk mengocok krim. Masalahnya, gas yang sama juga dipakai untuk mabuk. Secara hukum, penjualan untuk tujuan rekreasional dilarang. Namun, penjualannya di sejumlah negara bagian Australia masih mudah ditemukan.

Di sebagian besar negara bagian, nangs bisa dibeli di toko rokok dan beberapa minimarket tanpa banyak kesulitan. Western Australia menerapkan aturan lebih ketat soal siapa yang boleh membeli nitrous oxide, sedangkan South Australia membatasi jam penjualan langsung di toko. Di New South Wales, 7.30 melaporkan mereka mendatangi beberapa toko rokok di Sydney dan para penjual tidak menanyakan untuk apa produk itu akan digunakan.

Yang membuat para peneliti resah, aksesnya bukan cuma lewat etalase toko. Kini ada banyak iklan layanan antar nitrous oxide, bahkan beroperasi 24 jam. Tabung besar bisa tiba di rumah seperti paket lain. Cepat. Diam-diam. Dan itu yang membuatnya berbahaya.

Impor melonjak 15 kali lipat

Data Australian Border Force menunjukkan impor nitrous oxide melonjak tajam dalam satu dekade terakhir. Pada 2015, Australia mengimpor 249 ton. Pada 2025, angkanya naik menjadi hampir 3.800 ton, atau sekitar 15 kali lipat. Nilai kepabeanannya juga naik dari sekitar 2 juta dolar Australia menjadi 19 juta dolar Australia pada periode yang sama.

Angka itu belum otomatis berarti seluruh kenaikan berasal dari konsumsi rekreasional. Namun, para peneliti dan tenaga klinis menilai lonjakan tersebut sulit diabaikan. Australia belum memiliki data nasional yang komprehensif soal konsumsi nitrous oxide. Karena itu, seberapa besar penyalahgunaan di kalangan remaja dan dewasa muda masih kabur.

Asisten Profesor Jacqui Cameron, peneliti pekerja sosial di University of Wollongong, menilai ketiadaan data prevalensi nasional jadi masalah besar. β€œKami sebenarnya tidak benar-benar tahu, terutama di kalangan anak muda, seberapa banyak mereka menggunakan karena kami tidak menanyakan pertanyaan itu,” kata Cameron kepada 7.30.

Risetnya menemukan banyak anak muda tak menganggap nitrous oxide sebagai narkotika berbahaya. Mereka melihatnya aman karena tidak ilegal dan mudah didapat. Sebagian memakainya saat menuju pesta, sebagian lain mencampurnya dengan alkohol dan obat lain. Efeknya singkat. Satu balon. Lalu habis. Karena durasinya pendek, banyak yang langsung mengulang lagi untuk mengejar sensasi yang sama.

Dari coba-coba menjadi kecanduan

Sam Bramman, 21 tahun, tahu betul bagaimana kebiasaan itu bisa berubah cepat. Pekerja taman di Sydney itu pertama kali mencoba nitrous oxide di sebuah pesta pada 2023. Dari sekadar coba-coba, ia jatuh ke pola konsumsi yang makin sulit dikendalikan. β€œSaya cepat sekali jadi kecanduan,” katanya kepada 7.30.

Di puncak kecanduannya, hari-hari Bramman berputar di sekitar satu hal: mendapatkan dan memakai nangs. β€œSaya akan terus berpikir, β€˜Kapan saya dapat hisapan berikutnya?’” ujarnya. Kondisinya lalu memburuk menjadi episode psikotik berkepanjangan. Ia kabur dari rumahnya di Sydney dalam keadaan paranoid berat, lalu mengemudi ke Gold Coast karena mengira polisi mengejarnya.

Di perjalanan itu, ia menghirup nitrous oxide saat mengemudi dan kehilangan kesadaran di balik kemudi. β€œSaya ada di sisi jalan yang salah, di jalan tol,” katanya. Ia kemudian dirawat secara paksa di bangsal psikiatri. Setelah 18 bulan pemulihan, Bramman kini aktif berkampanye agar kontrol diperketat dan publik lebih paham soal risikonya.

Kerusakan saraf hingga gangguan jiwa

Dokter juga melihat dampak medis yang makin mengkhawatirkan. Ahli toksikologi Royal Perth Hospital, Dr Jessamine Soderstrom, mengatakan nitrous oxide bisa memicu kerusakan saraf karena mengganggu vitamin B12. β€œSalah satu efek utamanya adalah kerusakan saraf pada sumsum tulang belakang,” ujarnya.

Akibatnya bisa berupa kebas, sulit berjalan, dan pada kasus berat, disabilitas permanen. Tim klinis juga melihat komplikasi psikiatri. Di titik ini, bahaya nitrous oxide tak lagi bisa dianggap sepele atau sekadar lelucon pesta.

Perubahan pola pakai juga membuat situasi makin sulit dibendung. Jika dulu pengguna lebih sering memakai canister kecil berisi sekitar 9 gram, sekarang banyak yang beralih ke tabung berisi ratusan hingga ribuan gram. β€œTidak ada penggunaan sah untuk tabung besar,” kata Soderstrom.

Masalahnya, tabung besar itu tetap mudah dibeli dari banyak penjual. Aturan berbeda-beda antarnegara bagian menciptakan celah. Cameron menyebut lanskap regulasi Australia β€œtambal sulam”. Sejumlah yurisdiksi sudah membatasi penjualan, tapi penegakan hukumnya tidak mudah, terutama ketika transaksi bergerak ke ranah online.

Bagi Jones, semua celah itu terasa sangat nyata. Putranya memesan beberapa tabung besar pada pekan-pekan dan hari-hari menjelang kematiannya. Ia berharap kisah Daniel mendorong perubahan yang lebih cepat, sebab tanpa aturan yang seragam dan pengawasan yang serius, paket berikutnya bisa saja tiba lagi di depan pintu rumah keluarga lain.

Ke depan, perdebatan di Australia tampaknya akan bergerak ke dua arah sekaligus: pengetatan penjualan dan pencarian data nasional yang selama ini belum tersedia. Tanpa dua hal itu, para dokter khawatir lonjakan nitrous oxide akan terus berlanjut, diam-diam, dari toko hingga layanan antar rumah.

(FI)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda