Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Menhub permudah investasi swasta di angkutan logistik kapal RoRo

Kapal RoRo untuk logistik mengangkut peti kemas di pelabuhan
Menhub mempermudah investasi kapal RoRo dengan menghapus hambatan usaha dan biaya tambahan agar swasta tertarik masuk logistik laut. (Ilustrasi: AI)

Dalam penjelasan yang sama, Dudy juga menekankan bahwa kalau sebuah usaha masih terlihat belum menguntungkan, penyebabnya harus dilihat menyeluruh. Bukan hanya dari sisi kapal atau pelabuhan, tapi juga dari sisi permintaan pasar.

Permintaan pasar jadi penentu kapal RoRo

Menurut Dudy, demand atau permintaan menjadi faktor utama keberhasilan layanan logistik. Karena itu, pemerintah juga berupaya mendorong pertumbuhan permintaan melalui berbagai katalisator, termasuk insentif yang dapat meningkatkan minat penggunaan angkutan logistik berbasis kapal RoRo.

"Ya katalisatornya kan macam-macam. Insentifnya bisa segala macam, insentif itu kan bisa untuk supaya ada ada pertumbuhan demand-nya kan. Saya tawarkan kepada siapa saja," ujar Menhub.

Di lapangan, itu berarti persoalannya tidak berhenti pada kesiapan kapal. Pengusaha pengirim barang harus merasa ongkos kirim lewat laut lebih rendah atau setidaknya lebih efisien dibandingkan jalur darat. Kalau selisih biaya kecil, mereka mungkin tetap memilih truk. Kalau lebih murah dan jadwalnya masuk akal, pelabuhan bisa ramai.

Pemerintah meyakini kapal RoRo dapat membantu memindahkan sebagian distribusi barang dari jalan raya ke jalur laut. Dampaknya bukan cuma pada efisiensi biaya logistik, tetapi juga pada beban jalan yang selama ini dipikul truk barang dalam jumlah besar.

Ini penting bagi banyak pihak. Biaya logistik yang lebih efisien dapat berpengaruh ke harga distribusi barang, terutama untuk komoditas antarpulau. Di banyak wilayah, biaya angkut masih menjadi komponen yang membuat harga barang bergerak lebih tinggi dari harga asalnya. Jalur laut yang lebih aktif bisa mengubah peta itu, meski perlahan.

ASDP mulai masuk, swasta masih menimbang

Dudy mengungkapkan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mulai merencanakan pengoperasian kapal RoRo untuk angkutan peti kemas pada sejumlah rute sebagai langkah awal pengembangan layanan logistik tersebut.

"Saat ini yang berani masuk ASDP. Kalau swasta enggak berani masuk, ya saya juga enggak bisa nyuruh, maksain mereka kan? Enggak mungkin juga mereka (swasta) akan maksa kalau misalnya buat mereka tidak visible," katanya.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa pemerintah melihat BUMN bisa menjadi pembuka jalan. Setelah itu, pasar diharapkan ikut bergerak. Jika rute membuktikan kelayakan, operator lain bisa masuk. Jika tidak, skema bisnis akan sulit berkembang lebih jauh.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda