Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
BUDAYA

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026: Catat Niat dan Tanggal Lengkap

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026
Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 jatuh dua kali, masing-masing pada awal dan akhir bulan, karena beririsan dengan pergantian Dzulhijjah 1447 H ke Muharram. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 jatuh dua kali, masing-masing pada awal dan akhir bulan, karena beririsan dengan pergantian Dzulhijjah 1447 H ke Muharram 1448 H. Bagi umat Islam yang rutin menjalankan puasa sunnah ini, ada satu catatan penting yaitu Ayyamul Bidh Dzulhijjah bergeser karena bertepatan dengan hari tasyrik.

Bagi pembaca yang ingin menandai kalender sejak awal, tanggalnya sudah bisa disusun rapi. Awal Juni memuat pengganti Ayyamul Bidh Dzulhijjah, sementara akhir Juni kembali menghadirkan Ayyamul Bidh Muharram dengan jadwal normal 13, 14, dan 15 Hijriah.

Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juni 2026

Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah tiga hari setiap bulan pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Dalam banyak riwayat, puasa ini disebut memiliki pahala seperti berpuasa sepanjang tahun bila dikerjakan konsisten. Karena itu, banyak muslim menjadikannya amalan tetap tiap bulan.

Untuk Juni 2026, sumber penanggalan yang dipakai merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 Kementerian Agama RI, KHGT Muhammadiyah, dan IslamicFinder. Konversi yang dipakai dalam bahan menyebut 15 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 1 Juni 2026 dan 13 Muharram 1448 H jatuh pada 28 Juni 2026.

Jenis Ayyamul Bidh Tanggal Hijriah Tanggal Masehi Keterangan
Dzulhijjah 1447 H 14 Dzulhijjah Minggu, 31 Mei 2026 Hari 1
Dzulhijjah 1447 H 15 Dzulhijjah Senin, 1 Juni 2026 Hari 2
Dzulhijjah 1447 H 16 Dzulhijjah Selasa, 2 Juni 2026 Hari 3 pengganti
Muharram 1448 H 13 Muharram Minggu, 28 Juni 2026 Hari 1
Muharram 1448 H 14 Muharram Senin, 29 Juni 2026 Hari 2
Muharram 1448 H 15 Muharram Selasa, 30 Juni 2026 Hari 3

Mengapa Ayyamul Bidh Dzulhijjah bergeser

Bagian yang sering membuat orang keliru ada di awal Juni. Dalam kalender Hijriah, hari tasyrik berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari ini, umat Islam dilarang berpuasa. Karena itu, jadwal Ayyamul Bidh Dzulhijjah tidak diambil pada tanggal 13, 14, 15, melainkan digeser ke 14, 15, dan 16 Dzulhijjah.

Catatan ini sejalan dengan praktik yang dikenal dalam mazhab Syafi’i, yang membolehkan penggantian Ayyamul Bidh saat tanggal asalnya jatuh pada hari yang terlarang untuk puasa. Jadi, tiga hari awal yang perlu dicatat adalah 31 Mei, 1 Juni, dan 2 Juni 2026.

Langkah sederhana. Tandai saja tiga tanggal itu di kalender ponsel. Soalnya, kalau menunggu pengingat mendadak, sering sudah lewat satu hari.

Niat puasa Ayyamul Bidh dan waktu membacanya

Untuk niat, bahan rujukan mencantumkan bacaan Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى.

Latin yang biasa dipakai: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Niat bisa dibaca pada malam hari. Jika lupa, sebagian ulama membolehkan membaca niat pada pagi hari sebelum tergelincir matahari, selama belum makan dan minum sejak fajar. Ini yang sering membantu orang yang baru ingat setelah subuh.

Praktiknya sederhana, tapi disiplin tetap dibutuhkan. Siapkan sahur bila mampu, lalu simpan pengingat di jam yang paling aman bagi rutinitas harian.

Keutamaan puasa Ayyamul Bidh Juni 2026

Keutamaan Ayyamul Bidh bersandar pada sejumlah hadis yang populer di kalangan umat Islam. Salah satunya menyebut puasa tiga hari tiap bulan bernilai seperti puasa setahun penuh. Ada pula riwayat Abu Hurairah tentang wasiat Rasulullah SAW yang mencantumkan puasa tiga hari tiap bulan, salat Dhuha, dan tidur setelah Witir.

Juni 2026 juga beririsan dengan dua bulan hijriah yang termasuk Asyhurul Hurum, yakni Dzulhijjah dan Muharram. Dalam tradisi keislaman, bulan-bulan suci ini dipandang sebagai waktu mulia untuk memperbanyak amal. Karena itu, sebagian muslim memanfaatkan momen ini untuk menambah ibadah sunnah yang ringan namun konsisten.

Dalam ritme ibadah harian, puasa Ayyamul Bidh sering terasa lebih mudah dijaga dibanding amalan yang butuh persiapan besar. Tiga hari saja. Tapi jika rutin tiap bulan, nilainya terasa panjang.

Ringkasan tanggal yang perlu dicatat

Kalau ingin versi singkatnya, catat dua gelombang ini yakni 31 Mei sampai 2 Juni 2026 untuk pengganti Ayyamul Bidh Dzulhijjah, lalu 28 sampai 30 Juni 2026 untuk Ayyamul Bidh Muharram. Dua periode itu yang paling relevan untuk bulan Juni 2026.

Jangan tunggu besok. Buka kalender sekarang, lalu tandai tiga hari itu. Tanggalnya jelas, dasarnya ada, dan amalan ini sudah lama jadi pegangan banyak muslim yang ingin menjaga konsistensi ibadah bulanan.

Seperti disebut dalam bahan rujukan, puasa Ayyamul Bidh tetap bertumpu pada jadwal Hijriah yang presisi. Karena itu, kata kuncinya cuma satu: cek tanggal, niatkan, lalu jalankan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram