Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
Foto: Sindonews Nasional

Soal Biaya Operasional, Ada Pertanyaan Serius

Meski secara umum disambut baik, beberapa anggota Komisi I mempertanyakan aspek finansial jangka panjang. TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR RI, menyoroti kalkulasi biaya perawatan bulanan kapal Giuseppe Garibaldi selama sisa usia pakainya.

Menurut Hasanuddin, kapal itu masih memiliki daya operasional sekitar sepuluh tahun dengan pengeluaran perawatan sekitar Rp101 miliar per bulan — setara 5 juta Euro.

“Ya, kami bagaimanapun juga harus berterima kasih,” ujar Hasanuddin, sambil menekankan bahwa selain biaya perawatan rutin, Indonesia juga perlu mengeluarkan dana tambahan untuk retrofit dan pemasangan teknologi modern pada kapal tersebut.

Meskipun demikian, Hasanuddin tidak menolak penerimaannya. Dia malah menyarankan agar proses seperti ini di masa depan dapat dikomunikasikan lebih dini dengan DPR agar ada diskusi dari awal, bukan datang tiba-tiba. Namun, apresiasi tetap diberikan kepada Pemerintah Italia karena hibah aset pertahanan bernilai tinggi ini.

Dampak Strategis untuk TNI dan Kawasan

Kehadiran kapal induk modern akan mengubah signifikansi operasional TNI Angkatan Laut di lautan Indonesia. Giuseppe Garibaldi bukan hanya sarana pengangkut helikopter dan pasukan, tetapi juga komando terpadu untuk operasi laut berskala besar. Dengan kapal ini, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan surveillance, search and rescue, serta power projection di perairan nasional dan internasional.

Di tingkat regional, kehadiran kapal induk Italia buatan Fincantieri ini akan menambah kapabilitas ASEAN secara keseluruhan. Namun, Nurul Arifin menekankan bahwa langkah ini tidak bertujuan untuk persiapan konflik atau agresi. Sebaliknya, deterrence yang terbangun dari kehadiran kapal induk diharapkan justru menciptakan stabilitas dan keamanan yang lebih kokoh di perairan strategis Asia Tenggara.

Menurut Arifin, posisi Indonesia yang berada di jalur pelayaran internasional mengharuskan negeri ini memiliki kemampuan maritim yang solid. Dengan Giuseppe Garibaldi, kehadiran dan kapabilitas Indonesia dalam menjaga wilayah-wilayah strategis akan semakin kuat dan kredibel di mata komunitas internasional.

Kapal induk ini dijadwalkan tiba di Indonesia pada September 2026. Sebelum itu, TNI Angkatan Laut terus melakukan persiapan infrastruktur, pelatihan kru, dan integrasi sistem untuk memastikan operasional yang optimal ketika kapal tersebut resmi menjadi bagian dari armada nasional.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda