Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Natalie Harp Terekam Mengejar Mobil Golf Trump di Skotlandia

Natalie Harp mengejar mobil golf Trump di Skotlandia
Foto yang baru muncul disebut memperlihatkan Natalie Harp berlari mengejar mobil golf Donald Trump di Turnberry, Skotlandia, pada 2 Mei 2023. (Ilustrasi: AI)

Harp, mantan presenter televisi, dilaporkan hampir selalu berada di sisi Trump yang kini berusia 80 tahun. Tugasnya disebut mencakup mengelola akun Truth Social Trump dan menyuplai kabar positif untuk presiden. Ia juga disebut menjadi saluran informasi di luar jalur resmi. Dari sini, julukan “human printer” melekat padanya.

Financial Times menggambarkan kedekatan Harp sebagai bagian dari kultur loyalitas di sekitar Trump. Sementara itu, Maggie Haberman dari New York Times menyebut Harp sebagai “binkie” dan “comfort blanket” Trump. Saudara laki-lakinya yang sudah lama renggang dengannya juga menyebut hubungan Harp dengan Trump sebagai “very unhealthy”.

Gambaran itu membuat foto di Turnberry tidak berdiri sendiri. Foto itu kini dibaca sebagai potongan kecil dari pengaruh Harp di orbit Trump, bukan sekadar adegan seorang staf yang mengejar kendaraan bosnya di lapangan golf. Dan itu memicu pertanyaan yang lebih lebar soal seberapa besar akses yang dimiliki seorang ajudan ke pusat kekuasaan.

Gedung Putih membela, kritik terus datang

Gedung Putih membela Harp dengan keras.

Juru bicara Gedung Putih yang dikutip The Independent menyebut, “No president has cultivated as much loyalty among their staffers and administration officials as President Trump; this is a testament to his commitment to our country and its people,” serta menambahkan, “Natalie Harp is a beloved White House Official, and the Fake News Media will never understand what it’s like to be as trusted and admired as her.”

Karoline Leavitt, yang saat itu menjabat Press Secretary Gedung Putih dan disebut akan hengkang, juga mengatakan dalam pernyataan kepada The Independent bahwa Harp punya izin keamanan seperti staf lain dan merupakan anggota tim Trump yang loyal dan pekerja keras.

Pernyataan itu muncul setelah MS NOW melaporkan bahwa Harp berulang kali menolak mengurus izin keamanan selama lebih dari setahun saat bekerja di Gedung Putih, sebelum akhirnya dokumen yang diperlukan diajukan setelah Trump turun tangan langsung.

Sorotan terhadap Harp juga meningkat setelah dilaporkan ia termasuk dalam kelompok kecil staf yang ikut menaiki pesawat militer saat Trump berangkat dari Turki bulan lalu, setelah ia meninggalkan Air Force One di tengah potensi ancaman dari Iran.

Senator Demokrat Georgia Jon Ossoff ikut menyinggung isu itu saat kampanye pada Minggu, dengan berkata Trump “doesn’t want to do the job; he wants to build his ballroom and travel with Natalie…”

Komentar itu memicu reaksi keras dari kubu konservatif. CNN yang menukil komentator Scott Jennings menulis bahwa Ossoff telah memfitnah penyintas kanker dan pegawai publik yang setia. Di hari yang sama, komentator sayap kanan Laura Loomer menulis di X bahwa cerita-cerita buruk soal Harp datang dari dalam West Wing, dan menyebut banyak staf Trump terganggu oleh loyalitas.

Harp sendiri, yang menurut bahan sumber bergabung dengan tim Trump pada 2022, kini berada di pusat persilangan foto, surat pribadi, dan perdebatan soal akses. The Independent menyebut sudah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar tambahan. Foto yang jadi pemantik polemik itu berasal dari 2 Mei 2023. Itu tanggal yang terus dibahas ulang.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda