Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Komisi V DPR Dukung Wacana Prabowo Integrasikan BMKG-Badan Geologi: Ide Bagus

Komisi V DPR Dukung Wacana Prabowo Integrasikan BMKG-Badan Geologi
Komisi V DPR Dukung Wacana Prabowo Integrasikan BMKG-Badan Geologi

JAKARTA — Komisi V DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto mengintegrasikan BMKG dan Badan Geologi. Ketua komisi, Lasarus, menilai langkah tersebut baik untuk meningkatkan efektivitas penanganan bencana alam.

“Ya kami prinsip mendukung ya,” ujar Lasarus di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/9). Dia menekankan bahwa penggabungan kedua lembaga akan membuat koordinasi lebih mudah dan efisien.

Menurut Lasarus, BMKG dan Badan Geologi secara substansi sudah terikat satu sama lain. Badan Geologi memantau aktivitas gunung berapi, sementara BMKG memiliki peralatan dan sumber daya manusia untuk menganalisis dampak erupsi.

“Kan geologi itu mengamati tentang aktivitas gunung berapi, kemudian nanti dampak dari letusan itu kan BMKG kan juga punya instrumen yang peralatan dan seterusnya,” jelasnya.

Efisiensi Operasional Menjadi Fokus

Ide integrasi ini menjadi relevan mengingat posisi geografis Indonesia di cincin api Pasifik (ring of fire). Bencana alam, terutama erupsi gunung berapi, bisa terjadi kapan saja di berbagai wilayah seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Halmahera.

Lasarus mengakui bahwa penggabungan organisasi memang perlu dipikirkan matang dari sisi administrasi dan ketenagakerjaan. Namun, dari perspektif operasional penanganan bencana, langkah ini sangat relevan.

“Memang kalau menurut saya sih saya setuju kalau itu digabungin. Ya, itu lebih efektif kalau menurut saya dan juga lebih efisien dari sisi komunikasi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa sebagian peralatan BMKG juga sudah digunakan oleh Badan Geologi untuk keperluan pengumpulan data geologi. Hal ini menunjukkan bahwa kedua lembaga memiliki banyak kesamaan dalam operasional lapangan.

Prabowo Angkat Wacana di Rapat Terbatas

Wacana integrasi ini pertama kali disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan bencana melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9). Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan perhatian khusus pada posisi strategis Indonesia di ring of fire.

“Karena kita ada di ring of fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus,” kata Prabowo dalam rapat tersebut.

Prabowo menilai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah sejauh ini sudah maksimal. Meski demikian, dia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem monitoring bencana alam.

“Untuk monitor ini, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, nanti kita bahas itu,” ujarnya dalam rapat.

Kesiapan Personel Jadi Kunci Implementasi

Komisi V menekankan bahwa hal utama yang perlu dipersiapkan dalam integrasi ini adalah aspek personel dan administrasi. Lasarus menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dalam menentukan mekanisme teknis integrasi, termasuk soal struktur kementerian yang akan menaungi lembaga gabungan tersebut.

Saat ini, Badan Geologi berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sementara BMKG berdiri sendiri. Pertanyaan administratif soal kementerian mana yang akan menaungi entitas baru masih terbuka.

“Ya tergantung pemerintah ya. Itu kan masalah administratif sebetulnya,” kata Lasarus. Dia memandang bahwa fokus utama harus pada efektivitas penanganan bencana, bukan pada struktur birokrasi.

Lasarus menegaskan kesiapan DPR untuk mendukung langkah pemerintah. “Oke-oke aja,” tutupnya, sambil menambahkan bahwa ide Prabowo untuk mengintegrasikan kedua lembaga tersebut adalah keputusan yang tepat mengingat kesinambungan tugas dan fungsi keduanya dalam sistem peringatan dini bencana alam di Indonesia.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 10 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online