Prabowo menilai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah sejauh ini sudah maksimal. Meski demikian, dia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem monitoring bencana alam.
“Untuk monitor ini, nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi, nanti kita bahas itu,” ujarnya dalam rapat.
Kesiapan Personel Jadi Kunci Implementasi
Komisi V menekankan bahwa hal utama yang perlu dipersiapkan dalam integrasi ini adalah aspek personel dan administrasi. Lasarus menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah dalam menentukan mekanisme teknis integrasi, termasuk soal struktur kementerian yang akan menaungi lembaga gabungan tersebut.
Saat ini, Badan Geologi berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sementara BMKG berdiri sendiri. Pertanyaan administratif soal kementerian mana yang akan menaungi entitas baru masih terbuka.
“Ya tergantung pemerintah ya. Itu kan masalah administratif sebetulnya,” kata Lasarus. Dia memandang bahwa fokus utama harus pada efektivitas penanganan bencana, bukan pada struktur birokrasi.
Lasarus menegaskan kesiapan DPR untuk mendukung langkah pemerintah. “Oke-oke aja,” tutupnya, sambil menambahkan bahwa ide Prabowo untuk mengintegrasikan kedua lembaga tersebut adalah keputusan yang tepat mengingat kesinambungan tugas dan fungsi keduanya dalam sistem peringatan dini bencana alam di Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.