LINZ, JOURNALARTA.COM — Striker muda Israel, Sayed Abu Farchi, mendadak viral di media sosial Indonesia dan global setelah menerima kartu merah kontroversial hanya semenit usai mencetak gol penyama kedudukan untuk Israel dalam laga UEFA Nations League kontra Austria di Raaben Stadion, Linz, pada 24 September 2026. Golnya tercipta pada menit ke-55, namun selebrasinya yang menirukan gerakan menembak dengan tiang bendera sudut lapangan berbuah kartu kuning kedua, sekaligus mengusirnya dari lapangan pada menit ke-56.
Peristiwa ini bermula saat Abu Farchi, yang sebelumnya telah menerima kartu kuning pada menit ke-51 karena tekel, berhasil menyundul bola masuk ke gawang Austria. Kegembiraan merayakan gol pertamanya untuk tim nasional senior memuncak saat ia berlari ke sudut lapangan, mencabut tiang bendera, dan memposisikannya di punggung tangan kiri sambil membidik layaknya seorang penembak jitu atau sniper. Gaya selebrasi ini, yang sekilas mirip dengan selebrasi Gabriel Batistuta namun dengan elemen senapan, dianggap wasit sebagai tindakan tidak sportif dan provokatif.
Akibatnya, wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua, yang secara otomatis diikuti oleh kartu merah. “Israel’s Saied Abu Farchi sent off in Nations League clash against Austria for goal celebration,” demikian judul utama yang dirilis SportBible, menyoroti kejadian langka tersebut. Keputusan ini didasari Law 12 IFAB yang mengatur bahwa mencabut tiang bendera dan selebrasi berlebihan dapat diganjar kartu kuning.
Ironisnya, insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Sayed Abu Farchi, pemain berusia 20 tahun yang lahir pada 11 Mei 2006, dipanggil untuk pertama kalinya memperkuat Tim Nasional Senior Israel. Ia merupakan penyerang tengah bertinggi 184cm yang bermain untuk Colorado Rapids di MLS, dibeli dari Maccabi Tel Aviv dengan nilai €5.2 juta pada 31 Agustus 2026, menjadikannya rekor transfer termahal Rapids musim ini. Musim 2025/26, Farchi mencatatkan 6 gol dan 1 assist dalam 31 laga bersama Maccabi Tel Aviv, ditambah 1 gol di 6 laga Europa League.
Dampak dan Reaksi Atas Selebrasi Kontroversial
Kartu merah ini memiliki dampak signifikan bagi tim Israel. Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-56, mereka kesulitan menahan gempuran Austria. Akhirnya, Israel harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1, setelah Phillipp Mwene mencetak gol pada menit ke-90 dan Sasa Kalajdzic menambah keunggulan di menit 90+3.
Insiden selebrasi “senapan” ini menemukan gaungnya di Indonesia, terutama setelah video tersebut beredar luas di platform seperti TikTok. Netizen Indonesia banyak yang mengaitkan selebrasi ini dengan situasi konflik di Gaza, terutama setelah video dari akun media massa seperti @emtekmedia dan @liputan6 yang berjudul “SALUT! INDONESIA WALKOUT SAAT NETANYAHU PIDATO” menjadi viral. Hubungan ini menambah lapisan interpretasi di tengah ketegangan geopolitik.
Di sisi lain, respons dari pihak klub Sayed Abu Farchi, Colorado Rapids, cukup bijak. Pelatih Chris Armas menyatakan, “Kami menyukai semangatnya tapi dia harus lebih cerdas.” Meskipun belum ada sanksi tambahan dari FIFA, Abu Farchi otomatis akan absen pada pertandingan Nations League berikutnya melawan Norwegia. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi sang striker muda tentang batasan dalam berekspresi di lapangan hijau.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.