Polisi mengatakan Asea mengunggah lebih dari 100 video TikTok yang menyebut salah satu perempuan. Jumlah itu menggambarkan bagaimana informasi pribadi, jika benar dibagikan berulang kali di media sosial, dapat berubah menjadi paparan berkepanjangan bagi orang yang menjadi sasaran.
Bagi pengguna layanan bantuan teknologi, perkara ini menyoroti risiko memberi akses jarak jauh ke perangkat dan membagikan informasi akun. Akses untuk memperbaiki aplikasi dapat membuka jalan ke data lain jika penyedia bantuan menyalahgunakannya, sementara unggahan media sosial berpotensi membuat materi pribadi tersebar lebih luas.
Kasus pidana dibuka kembali
Asea sebelumnya ditangkap pada April terkait dugaan penguntitan dan pelanggaran komputer. Jaksa menghentikan perkara itu pada Mei, tetapi kasus pidananya dibuka kembali pada 24 September dan dakwaan yang kini dikenakan menyangkut dugaan akses tanpa izin ke komputer atau perangkat elektronik.
Ia juga menghadapi perkara perdata terpisah terkait perlindungan dari penguntitan. Seorang perempuan memperoleh perintah sementara pada Juli, tetapi hakim membatalkan perkara itu pada 8 September.
Belum jelas mengapa dakwaan sebelumnya dihentikan. The Independent menyatakan telah menghubungi Kantor Sheriff St. Lucie County dan TikTok untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Uang jaminan Asea ditetapkan sebesar $35,000, menurut kantor sheriff. Ia dijadwalkan menjalani sidang pembacaan dakwaan pada 19 November.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.