Kamis, 8 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Deepfake Menkeu Purbaya: Ujian Bela Negara di Era Digital

Deepfake Menkeu Purbaya dalam video bantuan palsu di ponsel
Video palsu yang mencatut Menkeu Purbaya meminta warga mengirimkan data diri atau menghubungi nomor tertentu. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Deepfake Menkeu Purbaya dapat menjerat warga yang sedang mencari bantuan: video palsu meminta data pribadi atau mengarahkan calon korban ke nomor WhatsApp tertentu. Sepanjang 2026, Kementerian Keuangan berulang kali membantah konten yang memakai wajah dan nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menawarkan bantuan.

Isi video palsu itu berganti-ganti, mulai dari tawaran bantuan kepada 700 orang tercepat hingga klaim hibah Rp 900 miliar dan pembagian Rp 50 triliun dari rampasan aset koruptor. Ada pula konten yang mengatasnamakan Qatar Charity, bantuan untuk pensiunan, serta akun TikTok palsu yang mengaku milik Sekretariat Jenderal Kemenkeu.

Risikonya bukan cuma informasi menyesatkan. Warga yang percaya bisa menyerahkan data diri kepada pihak tak dikenal. Kemenkeu menegaskan bantuan atau hibah kementerian diperuntukkan bagi program pembangunan nasional, penanggulangan bencana alam, atau bantuan kemanusiaan kepada lembaga maupun pemerintah asing—bukan dibagikan melalui video media sosial.

Deepfake Menkeu Purbaya menguji kepercayaan publik

Deepfake adalah konten audio, video, atau gambar palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Teknologi ini dapat membuat seseorang seolah-olah mengucapkan sesuatu yang tidak pernah disampaikan. Bagi penonton, wajah dan suara yang tampak meyakinkan bisa membuat pesan palsu terasa resmi.

Di situlah dampaknya terasa. Ketika pejabat negara dapat ditiru, masyarakat harus bekerja lebih keras membedakan pengumuman resmi dari penipuan. Kepercayaan terhadap institusi ikut terancam, sementara korban yang berharap mendapat bantuan berisiko kehilangan data pribadi atau menjadi sasaran penipuan lanjutan.

Modusnya memakai janji yang mengundang perhatian, lalu meminta penerima mengirimkan informasi diri atau mendaftar melalui nomor WhatsApp tertentu. Perbedaan isi video tidak mengubah pola dasarnya. Janji uang atau bantuan dipakai untuk mendorong orang bertindak sebelum sempat memeriksa kebenaran.

Taruhannya nyata bagi warga. Seseorang yang meneruskan video dengan niat membantu kerabat tetap dapat memperluas jangkauan informasi palsu. Karena itu, Kemenkeu mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan video deepfake hoaks.

Bela negara juga berarti menjaga informasi

Ancaman terhadap bangsa tidak hanya hadir dalam bentuk fisik. Di ruang digital, informasi palsu dapat merusak kepercayaan dan memperlemah hubungan antarwarga. Bahan sumber mengaitkan persoalan ini dengan nilai Pancasila, terutama persatuan dan keadilan sosial: penipuan yang menyasar orang yang membutuhkan bantuan dapat memperburuk rasa ketidakadilan.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 8 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis