JAKARTA — Target bawang putih 120 ribu hektare yang disiapkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama China berpotensi mengubah sumber pasokan komoditas ini bagi Indonesia. Rencana itu dibahas kedua negara untuk memperkuat produksi dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor.
Amran menyampaikan target tersebut dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (8/11). Pengembangan direncanakan mencakup Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Temanggung di Jawa Tengah, serta sejumlah wilayah di Sumatera.
Angkanya besar. Sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional saat ini masih dipenuhi dari China, menurut keterangan dalam bahan kerja sama yang disampaikan Amran.
Bawang putih 120 ribu hektare dan rencana produksi
Amran mengatakan Wakil Menteri Pertanian II Alim Setiawan Slamet akan menindaklanjuti target pengembangan itu. Namun, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan teknis mengenai pelaksanaan di wilayah yang telah disebutkan.
Kerja sama dibicarakan saat Amran bertemu Menteri Pertanian China Zhang Zhu di Beijing, Senin (2/11). Pembahasannya mencakup penyediaan benih, transfer teknologi, mekanisasi pertanian, serta pembangunan klaster produksi di Indonesia.
Klaster produksi berarti kawasan yang mengumpulkan kegiatan budidaya agar pengembangan komoditas dapat dijalankan secara terkoordinasi. Dalam rencana ini, dukungan benih dan teknologi diarahkan untuk membantu peningkatan produksi bawang putih di dalam negeri.
Amran menyatakan hasil kerja sama tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Indonesia dan China. Kedua negara juga melihat peluang memasarkan hasil produksi ke negara lain.
“Dan itu bukan untuk kepentingan China dan Indonesia saja, tapi ini bisa diekspor ke negara lain. Jadi, itu komitmen saya dengan Menteri Pertanian China,” kata Amran.
Ketergantungan impor jadi taruhan
Ketergantungan pada pasokan dari China membuat peningkatan produksi domestik menjadi kepentingan langsung bagi rantai pasok pangan Indonesia. Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, sumber pasokan dalam negeri dapat bertambah dan peluang ekspor terbuka. Namun, target luas lahan saja belum menunjukkan berapa produksi yang akan dihasilkan.
Rencana di Sembalun, Temanggung, dan Sumatera memberi gambaran lokasi yang akan ditindaklanjuti. Penyiapan benih, teknik budidaya, dan mekanisasi menjadi bagian penting karena kerja sama yang dibahas mencakup dukungan pada proses produksi, bukan hanya penetapan luas areal.
Menteri Pertanian China Zhang Zhu menyatakan dukungan bagi pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. China juga bersedia membahas lebih jauh teknologi produksi, teknik penanaman, serta hal teknis budidaya yang dapat dikerjasamakan.
Dalam pembahasan terpisah, kedua negara turut membicarakan komoditas kelapa, kopi, kakao, dan kelapa sawit. Mereka juga mengeksplorasi investasi untuk industri pengolahan, termasuk produk kelapa dan rumput laut.
Kerja sama pertanian itu turut menyentuh mekanisasi, kecerdasan buatan atau AI, drone, serta robot pertanian. Kedua negara juga membahas perdagangan produk susu dan penelitian gandum untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Untuk target bawang putih, tindak lanjut teknis berada pada Wakil Menteri Pertanian II Alim Setiawan Slamet. Amran menegaskan arah kerja sama tersebut: “Jadi, itu komitmen saya dengan Menteri Pertanian China.”











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.