JAKARTA — Vitamin dan mineral seperti vitamin A, B6, C, D, E, seng, dan selenium mendukung kerja sistem imun saat tubuh beradaptasi dengan perubahan cuaca. Asupan ketujuh nutrisi ini dapat dipenuhi dari pangan sehari-hari, sementara suplemen juga disebut sebagai pilihan untuk beberapa di antaranya.
Perubahan suhu dan cuaca dapat membuat tubuh menghadapi tantangan adaptasi. Saat daya tahan melemah, seseorang lebih mudah sakit dan aktivitas, termasuk pekerjaan, dapat terganggu.
Namun, memenuhi kebutuhan nutrisi bukan berarti menjamin seseorang tidak akan sakit. Tiap zat gizi memiliki fungsi berbeda dalam mendukung sistem imun, dan bahan makanan yang disebutkan menyediakan pilihan untuk melengkapi asupan harian.
Vitamin dan mineral untuk daya tahan tubuh
Vitamin A mendukung kerja sel darah putih serta membran mukus yang melapisi saluran kemih, usus, dan paru-paru. Nutrisi ini bisa diperoleh dari susu, yogurt, telur, dan ikan berlemak.
Wortel, bayam, dan brokoli juga termasuk sumber vitamin A. Pilihan tersebut bisa disesuaikan dengan bahan pangan yang tersedia dalam menu sehari-hari.
Vitamin B6 ikut berperan dalam sistem imun. Salah satu fungsinya membantu produksi sel darah putih dan sel T, yaitu sel yang membantu tubuh melawan patogen seperti virus dan bakteri.
Kacang polong, daging sapi, salmon, tuna, dan tahu dapat menjadi sumber vitamin B6. Bahan sumber juga menyebut suplemen sebagai pilihan untuk memenuhi asupannya.
Vitamin C dikenal sebagai antioksidan, yakni zat yang membantu melindungi tubuh dari toksin penyebab inflamasi. Paprika, buah-buahan sitrus, dan kale termasuk pangan yang dapat melengkapi asupan vitamin C.
Perannya bukan pengganti penanganan ketika seseorang sakit. Vitamin C disebut sebagai salah satu nutrisi yang mendukung daya tahan tubuh, dan asupannya bisa datang dari makanan maupun suplemen.
Vitamin D dan E punya peran berbeda
Vitamin D kerap dikaitkan dengan kesehatan tulang dan gigi, tetapi nutrisi ini juga berhubungan dengan daya tahan tubuh. Bahan sumber menyebut studi yang menunjukkan vitamin D dapat menunda kemampuan virus untuk memperbanyak diri, mengurangi inflamasi, dan meningkatkan jumlah sel T.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.