Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

BSSN Dorong Penguatan Keamanan Sistem Elektronik Singkawang

Keamanan Sistem Elektronik dibahas dalam sosialisasi audit pemerintah digital
Keamanan Sistem Elektronik Singkawang diperkuat lewat sosialisasi audit BSSN untuk melindungi data dan layanan publik digital. (Ilustrasi: AI)

Audit keamanan bagi Penyelenggara Sistem Elektronik atau PSE pemerintah dipakai untuk melihat kondisi nyata sistem yang digunakan instansi. Dari sana, pemerintah dapat mengetahui bagian mana yang kuat, bagian mana yang masih rawan, dan langkah apa yang perlu segera diperbaiki.

Danang menjelaskan, audit membantu mengidentifikasi kerentanan sistem, mengevaluasi efektivitas pengendalian keamanan, serta memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi keamanan informasi yang berlaku. Dengan kata lain, audit bukan sekadar pemeriksaan administratif.

Ada pekerjaan teknis di belakangnya. Misalnya pendataan aset teknologi informasi: aplikasi apa saja yang dipakai, siapa pengelolanya, di mana datanya disimpan, dan bagaimana aksesnya diberikan. Tanpa daftar aset yang jelas, celah keamanan sering kali baru diketahui setelah muncul gangguan.

Pengelolaan hak akses pengguna juga masuk perhatian. Akun pegawai yang sudah pindah tugas, kata sandi yang lemah, atau akses terlalu luas dapat membuka risiko. Begitu juga sistem yang tidak rutin diperbarui. Satu pembaruan yang tertunda bisa menjadi pintu masuk serangan.

Dokumentasi tata kelola ikut dibahas. Pemerintah daerah perlu menyiapkan catatan kebijakan, prosedur operasional, pembagian tanggung jawab, serta alur penanganan insiden. Saat terjadi gangguan, dokumen seperti ini membantu tim bergerak cepat, bukan saling menunggu instruksi.

Kenapa Budaya Sadar Keamanan Sama Pentingnya

Danang tidak hanya menekankan perangkat keras, aplikasi, atau standar teknis. Ia juga meminta perangkat daerah membangun budaya sadar keamanan informasi di seluruh organisasi. Ini bagian yang sering luput.

Serangan siber tidak selalu datang lewat teknik rumit. Kadang bermula dari tautan palsu yang diklik pegawai, lampiran surel yang dibuka tanpa cek ulang, atau kata sandi yang dipakai berulang di banyak layanan. Kelihatannya sepele. Risikonya besar.

Di kantor pemerintahan, kebiasaan kecil bisa menentukan keamanan layanan. Pegawai perlu tahu kapan harus melaporkan pesan mencurigakan, bagaimana menyimpan dokumen berisi data pribadi, dan mengapa akses sistem tidak boleh dipinjamkan meski kepada rekan kerja.

Bagi warga, penguatan keamanan ini berkaitan langsung dengan rasa aman saat memakai layanan pemerintah. Data kependudukan, informasi kesehatan, dan dokumen administrasi bukan data biasa. Ketika data itu bocor atau layanan terganggu, kerugiannya bisa melebar ke banyak urusan sehari-hari.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda