Warga Depok tidak lagi bisa sekadar pasrah saat langit mulai menggelap dan hujan turun deras berjam-jam. Pemerintah Kota Depok kini mengandalkan sembilan kolam retensi sebagai benteng pertahanan utama untuk menjinakkan limpasan air sebelum meluap ke pemukiman warga.
Sembilan titik penampungan air ini tersebar di berbagai kawasan strategis yang selama ini menjadi langganan genangan. Fungsi utamanya jelas: menahan debit air berlebih agar tidak langsung membebani saluran drainase kota yang sering kali sudah jenuh saat puncak musim hujan.
Dengan menampung sementara volume air dalam skala besar, kolam-kolam ini diharapkan mampu memangkas durasi banjir yang kerap menyengsarakan masyarakat.
Sebaran Titik Penampungan
Pemerintah setempat memilih lokasi pembangunan berdasarkan data kerawanan banjir di lapangan. Tidak semua kecamatan mendapatkan porsi yang sama, melainkan disesuaikan dengan topografi dan beban drainase wilayah tersebut. Kolam-kolam ini tersebar mulai dari area pemukiman padat hingga titik-titik hilir yang selama ini menjadi titik temu aliran air dari wilayah hulu.
Bagi warga, keberadaan infrastruktur ini menjadi semacam “paru-paru” darurat. Saat hujan turun tanpa henti, air tidak langsung tumpah ke jalanan atau masuk ke dalam rumah. Sebaliknya, air diarahkan menuju cekungan-cekungan buatan yang telah disiapkan. Kapasitas setiap kolam pun beragam, disesuaikan dengan luasan area tangkapan air atau catchment area di sekitarnya.
Namun, jangan bayangkan kolam ini berdiri sendirian. Pemkot Depok mengintegrasikan kolam retensi dengan sistem pengerukan sedimen secara rutin pada saluran-saluran sekunder dan tersier. Percuma membangun kolam besar jika kanal-kanal penghubungnya mampet karena tumpukan sampah atau sedimentasi tanah.
Inilah alasan mengapa tim dinas pekerjaan umum terus terlihat menyisir saluran-saluran air di berbagai kelurahan, bahkan saat cuaca sedang terik.
Bukan Solusi Tunggal
Pemerintah kota pun menyadari sepenuhnya bahwa sembilan kolam retensi ini bukanlah tongkat ajaib yang bisa menghilangkan banjir seketika. Banjir di Depok dipengaruhi banyak faktor, mulai dari alih fungsi lahan yang masif hingga perilaku masyarakat yang belum tertib mengelola limbah rumah tangga. Infrastruktur fisik hanya satu sisi koin, sementara sisi lainnya adalah kedisiplinan warga.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.